Bismillah…
Siapakah Yusuf AS.?
Seorang saleh, yang juga keturunan dari orang-orang yang saleh.
“Manusia yang paling mulia adalah Yusuf AS, Nabi Allah, putra dari Nabi Allah Yaqub AS, cucu dari seorang Nabi Allah Ishaq AS dan cicit dari seorang kekasih Allah, Ibrahim AS.” (H.R. Bukhari, dalam hadits ini juga disebutkan beberapa jawaban lain dari Rasulullah untuk menunjukkan kriteria manuasia yang paling mulia).
Berawal dari mimpi, Nabi Yusuf memimpikan melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan, semuanya bersujud kepadanya. Ditafsirkan oleh ayahnya (Nabi Yaqub) bahwa kelak Nabi Yususf akan mendapat kedudukan yang tinggi dan derajat yang agung, baik di dunia maupun di akhirat.
Bersabar atas keadaan yang tidak menyenangkan, istiqomah dalam kebaikan, dan hanya berharap kebaikan dari pertolongan Allah SWT. Pertolngan Allah akan datang dari mana saja dan berupa apa saja sebagai balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (baik dalam perbuatannya dan taat kepada Allah SWT).
“Dan ketika dia (Yusuf) telah cukup dewasa, Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”
Ketaatan dan kesabaran (sabar dari hawa nafsunya dan mampu menjaga diri dari maksiat serta kesabaran dalam menghadapi ujian yang telah dilalui saat sebelum dewasa dan selama 7 tahun di penjara) membawa pada kenikmatan yang dianugerahkan Allah SWT. Karena kecakapan ilmu dan integritasnya, beliau diberi kedudukan yang tinggi sebagai bendaharawan negara dan dipersatukan kembali bersama keluarganya di Mesir.
“Sesungguhnya barangsiapa bertaqwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.”
Wallahu a’lam bis showab.
1 Response
[…] jangan heran ketika yang kita minta adalah kesabaran, lantas yang kita dapat adalah ujian kesabaran. Jalan panjang yang menguras emosi dan membuat kita mempertanyakan ulang prinsip hidup yang kita […]